Sabtu, 08 Februari 2014

Surat Pembaca

Untuk Michael Edward (dan partner #DuaHati-nya)

Mike,
          Membaca surat #DuaHati-mu yang ini, ini, dan ini  aku malah teringat dengan buku biografi Pramoedya Ananta Toer. Nggak ngerti ada hubungannya atau tidak, ingat aja.
          Ya, aku membaca suratmu sambil mengingat-ingat isi buku itu.

        Sekira tahun 2006 aku membaca buku biografi itu demi keperluan analisis tetraloginya. Aku agak lupa isi buku tersebut sebenarnya. Yang masih aku ingat adalah suasana hatiku setelah membacanya.
          Aku begitu marah.
          Iya, aku ingat aku marah-marah setelah membaca buku itu. Aku merasa buku itu kompor beledug! Ah, bukankah memang demikian? :b
          Sebagai hasil pembacaan, aku malah membuat cerpen ini. Silakan baca kalau kau mau. Itu cerpen pertama (atau mungkin akan jadi satu-satunya) yang kupublikasikan di blog.
          Sekian isi suratku. Aku masih akan menantikan surat #DuaHati-mu berikutnya. Eh, ya, kau mau baca catatanku pascabaca “Dari Pulau Buru ke Venezia”-nya Sindhunata? Kalau hendak, kau boleh baca di sini.


Salam.

4 komentar: