Rabu, 30 Oktober 2013

Peminum Pemilih

          Aku pemilih dalam minum. Nggak semua air (air bening konteksnya) aku suka. Ada yang anta (duh, apa, ya, artinya? Em, pokoknya nggak berterima di lidahku!). Aku  bisa minum air mineral kemasan saja belum lama. Biasanya mual kalau minum air mineral. Sekarang sudah bisa, tetapi tetap saja nggak bisa glek-glek kayak minum air rumah. Itu sebab kalau bepergian aku biasa bawa air rumah.
          Aku punya cerita dengan air di tempat kerjaku. Kami pakai air minum isi ulang. Ngerti, ya, airnya diisi, kalau salah terus remed alias diulang (lu kata soaaallll?).
          Pernah suatu hari dispenser rusak. Para bapak—yang memiliki bakat terpendam memperbaiki segala—di tempat kerjaku berupaya memperbaikinya. Esok paginya, aku menemukan dispenser berada di pantry (biasanya di ruang pengajar) lengkap dengan galon berisi air nangkring di atasnya. Dengan asas “pasti dispenser udah bener” aku ambil Genti (gelasku) lantas mengisinya dan glek-glek-glek, meminum airnya.
          Wek. Aku menjulur-julurkan lidahku. Rasanya nggak enak. Em, aku pikir wajar karena rata-rata air isi ulang rasanya begitu, cuma ini lebih nggak enak.
          Aku mengoceh-ngoceh tentang rasa airnya yang aneh lalu melemparkan usul untuk bilang ke tempat air isi ulangnya.
          Tahunya apa?
          Dispenser, sih, udah bener emang, tapiiiii… air di galon itu air kamar mandi! Air diisikan ke galon untuk mengetes dispenser fungsi atau nggak!
          AAAAAKKKK… .
          Pantas pas aku ngoceh-ngoceh tentang air itu orang-orang pada ketawa aja. Huh.
          Terus, terus, di hari lain aku menemukan jentik klogat-kloget di dalam Genti. Aish!
          Ada apah inih? Kenapa akuh? Kenapaaa?
          Setelah itu, aku bawa-bawa air rumah ke tempat kerja. Sampai air isi ulang BENAR-BENAR tidak ada jentiknya lagi dan aman diminum. Caranya? Ya, lihat reaksi orang-orang. Mereka masih pada hidup. Jadi, ya aku belajar menerima lagi minum air isi ulang itu.
          Teman-temanku?
          Ya jelas ngecenginlaaah… apalagi?
          Hih.

        

4 komentar:

  1. kak, kakak minum jentik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak tau, deh, tuh, sempet keminum atau nggak.. yang jelas pas liat ke dalam gelas ada jentiknya.. :(

      Hapus
  2. Jadi, apa rasanya jentik klogat-kloget itu? Sini coba ceritain..

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasanya itu kayak.. hmmm.. kayak.. hmmm..
      kenapa harus nyuruh inget-inget rasanya, sih? >.<

      Hapus