Kamis, 11 April 2013

Tentang Perempuan Pencipta Narasi untuk Aprie


Teruntuk Aprie

Halo, Prie,
          Tentang diskusi “Perempuan Pencipta Narasi”  tanggal 9 April 2013 di Salihara kemarin, kalau kamu mau baca makalahnya, nanti, deh, tak pinjemin pas ketemu (padahal itu juga punya Riesna. Hahaha…)
         
Prie,
          Diskusi kemarin sebenarnya aku nggak gitu ngerti-ngerti amat, sih, cuma kayaknya emang keren omongannya. Hehehe… .
          Selama di sana, mataku jelalatan ngeliatin Galeri Salihara itu (tempat berlangsungnya diskusi), Prie. Yang ada, ya, aku malah coret-coret ini di makalah:

Ruangan miring
Aku jatuh cinta pada ruangan miring ini
Rak-rak kayu
Lukisan kotak
Lampu tanam
Cahaya merias kaca

Semuanya.

Ya, aku jatuh cinta pada ruangan miring ini.

Ada bunga mekar di Salihara
Sebuah bunga mekar di Salihara
Berlari-lari gembira
Binaran matanya
Mana bisa bahagia bersembunyi selamanya?

Ia, bunga yang kita kenal kemarin
Yang melayu di antara pekak telinga
Yang menyusut
Mengeriut
Tanpa nyali

Sebuah bunga mekar di Salihara
Dan kita tahu dari binaran matanya
Mana bisa bahagia tersembunyi selamanya?


Sepatu Berpita
Sepatu berpita coklat
Membelakangi jendela
Menghadap ke muka
Ia lupa menguap-kuap
Yang ketika di luar tadi
tak henti-hentinya

sepatu berpita bergoyang-goyang ria
ia berkata-kata
seolah mereka bicara
tentang dirinya

sepatu berpita lantas diberi pelantang
dan inilah saat
ia perdengarkan suaranya!

Siapa yang kaubilang perempuan?
Siapa yang kaubilang perempuan?
Ibu.

Siapa yang kaubilang perempuan?
Istri.

Siapa yang kaubilang perempuan?
Gadis.

Siapa yang kaubilang perempuan?
Perempuan.

Siapa yang kaubilang perempuan?
Aku.

Siapa yang kaubilang perempuan?
Jiwa.

          Begitulah, Prie. Laporan selesai. Semoga cederamu cepat sembuh dan kita bisa ketemuan. Hehehe… .

6 komentar:

  1. Ika, aku terenyuh.

    Seperti gumpalan bubuk soda yang tidak sanggup menghindari percikan air
    Setetes
    Setetes
    Kemudian melebur menjadi buih hangat
    Menjadi air.

    terimakasih

    BalasHapus
  2. Ahhh... aku jadi kangen galeri Salihara itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk, kapan kita ketemuan di sana.. :))

      Hapus
  3. gak nyangka hasil dari diskusi semalam adalah seperti ini. keren. :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahaha..
      iya, dong..
      diskusi yang asoy, ya..

      Hapus