Jumat, 06 Desember 2013

Ika dan Bola-bola

          “Ika, kita mesti bicara,” kata Ika kepada dirinya sendiri, “tentang banyak hal.”
          Ika membuka mulut seluas-luasnya dengan maksud akan mulai bicara. Nyatanya, yang keluar dari mulutnya bukan kata-kata, melainkan bola-bola dengan macam bentuk dan warna. Bola-bola itu memenuhi kamarnya.
          Kalau kauperhatikan benar-benar, bola-bola itu berlabel: “hadir sepenuhnya”, “tingkah laku semesta”, “sorge”, “tendensius”, “ngungun”, dan sebagainya. Ika memegang satu bola. “Kita mulai dari ini saja,” katanya sambil menatap bola bertuliskan “kamu mesti menulis”.

(4 Desember 2013)


8 komentar:

  1. wiih.. iya belajar menulis dulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk, belajar menulis... dan membaca! :)

      Hapus
  2. kamu angop kok enggak lagi menulis


    #lemparlaler

    BalasHapus
  3. hayooo nulissssss........ buat Antologi Rindu. #kode :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahaha..
      tenang saja.
      itu sudah kubuat. tunggu surelku, ya.. :D

      Hapus
  4. Yang menarik itu bola-bola lainnya ._.

    BalasHapus