Selasa, 10 Februari 2015

Bilamana Surat itu Datang?

Sayang,
Bilamana surat itu datang?

          Suatu siang di ladang pikiran. Benakku melayang. Ia asyik membayangkan sepotong surat terbang menuju aku seorang. Kureka-reka isi di dalam. Barangkali rindu atau sekadar cerita perjalanan. Apa saja. Lalu sebuah binar terbit di mata. Aku meloncat-loncat suka cita. Tak mau kubagi dengan siapa-siapa, bahkan dengan aku dalam kaca.

Sayang,
Bilamana surat itu datang?
         
          Ini siang di ladang pikiran. Aku malah terbang.


2 komentar: