Rabu, 08 Februari 2012

transformer angkot


Macet.
Angkot yang kunaiki bergerak-gerak gelisah.
Mungkin karena tak tahan, akhirnya ia membongkar jati dirinya.
Tadaaaa… .
Sayap transparan pink keemasan muncul di bagian kanan dan kiri.
Ia ternyata ibu peri yang menyamar  jadi angkot!
Aku jadi yakin akan cepat sampai rumah jika dibawa terbang begini.
^^

http://www.carsbob.com/wp-content/uploads/2010/10/flying-car.jpg

(Angkot 02 Rawamangun – Pangkalan Jati, 10 Januari 2012)  

Cermin


Ada sebuah cermin di sana.
Cermin besar yang tingginya 1, 5 x badannya.
Dalam cermin itu tampak seorang pria berkaca mata persegi bingkai hitam.
Ia mengenakan kemeja kotak-kotak hitam putih.
Gitar tersandang di punggungnya.

Dari arah kiri seseorang muncul.
Ia mengatakan kepada lelaki di depan cermin,
“Aih, cantik benar kau dengan rok itu.”

Laki-laki tersebut otomatis bertanya kepada cermin—melalui matanya.
Lalu… Zlap.
 Dalam cermin tersebut kini tiada sang lelaki dengan gitar tersandang.
Terlihat di sana seorang perempuan cantik
berambut panjang bersepatu hak 12 cm.
Ia mengenakan rok rampel selutut dengan renda di bagian tepinya.

Dari arah kanan seseorang muncul.
Ia mengatakan pada perempuan itu,
“Amboi, kamu lucu sekali, Dik.
Pipimu menggemaskan.”

Perempuan tadi otomatis melihat mata cermin,
Lalu… zlap.
Dalam cermin itu tiada lagi sang perempuan.
Yang ada seorang anak kecil dengan pipi gendut menggemaskan.
Pipi itu tampak sangat ranum bagaikan apel yang siap dipetik.
Si orang lewat tadi lantas menjawil pipinya dan berlalu.

Seekor burung hinggap di atas cermin.
Ia berkata kepada si anak kecil,
“Anakku, mari kita mencari makan.
Akan kuajari kau.”

Si anak kecil mengerjapkan matanya
Lalu menatap cermin
dan… zlap.
 Tiada si anak kecil
Dan yang ada hanyalah seekor burung kecil
Berciap-ciap.
Sedetik kemudian ia kepakkan sayapnya.
Terbang.
Mengikuti burung yang hinggap tadi.

Sang cermin pun sendiri.

http://amalianjani.files.wordpress.com/2011/01/cermin-diri150x150-300x272.jpg

(1 November 2011) 

HUJAN


HUJAN—Ketika aku akan berangkat sekolah, hujan menyerbu dari langit. Ibu lekas-lekas ke dapur dan mengambil plastik hitam lalu menyelubungi kepala dan dua kakiku dengan plastik tersebut.


HUJAN—Saat berkendara, hujan merajam bumi. Kami pun minggir. Jas hujan satu pasang: atas buatku, bawah buatnya.


HUJAN—“Kenapa hujan diturunkan, Bu?” | “Itu cara Tuhan menunjukkan indahnya pelangi, Nak.”


HUJAN—Aku tak pernah membenci hujan. Ia selalu berhasil menyamarkan derap air mataku hingga aku sendiri terkecoh: air mata atau air hujan. Syukurlah!


HUJAN—Hujan merangkak di tengah jalan. Kami pun menepi, memberi jalan, dan membiarkannya lewat.  




Joni Iskandar

Namanya Joni Iskandar. 
Ia yang namanya diambil dari nama pedangdut terkenal zaman aku SD. 
Ia yang waktu kecil dulu lari terbirit-birit dikejar-kejar adikku yang marah bukan main. 
Ia yang anak ketujuh yang hidup di keluarganya. 
Ia yang beradik Tatang S seperti nama komik petruk. 
Ia yang juga sakit paru2 sebagaimana almarhumah ibunya. 
Ia yang terpuruk lama di rumah sakit. 


Ia sudah tiada. 
Dengan tiada orang yang menjenguknya 
karena ia anak orang tak punya. 


Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya.

Moon over my obscure little town

Salah satu hal tercantik dari dwilogi "Padang Bulan" karangan Andrea Hirata adalah puisinya. Ceritanya, puisi tersebut dibuat oleh Ikal lalu digubah ke dalam bahasa Inggris oleh Enong (dengan bantuan Indri). Puisi dalam bahasa Indonesianya sih biasa, tapi menurut saya, versi Inggrisnya cantik.. 
Ini dia puisinya: 


"Moon over my obscure little town" 


stranger 
stranger 
someone stranger 
standing in a mirror 
I can't believe what I see 
how much love has been taken away from me 


my heart cries out loud 
everytime I feel lonely in the crowd 
getting you out of my mind 
like separating the wind from the cloud 




afraid 
afraid 
I'm so afraid 
of losing someone I never have 
crazy, oh, crazy 
finding reason for my jealousy 


all I can remember 
when you left me alone 
under the moon over my obscure little town 
as long as I can remember 
love has turned to be as cold as December 


the moon over my obscure little town 
the moon over my obscure little town.