Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2012

HUJAN


HUJAN—Ketika aku akan berangkat sekolah, hujan menyerbu dari langit. Ibu lekas-lekas ke dapur dan mengambil plastik hitam lalu menyelubungi kepala dan dua kakiku dengan plastik tersebut.


HUJAN—Saat berkendara, hujan merajam bumi. Kami pun minggir. Jas hujan satu pasang: atas buatku, bawah buatnya.


HUJAN—“Kenapa hujan diturunkan, Bu?” | “Itu cara Tuhan menunjukkan indahnya pelangi, Nak.”


HUJAN—Aku tak pernah membenci hujan. Ia selalu berhasil menyamarkan derap air mataku hingga aku sendiri terkecoh: air mata atau air hujan. Syukurlah!


HUJAN—Hujan merangkak di tengah jalan. Kami pun menepi, memberi jalan, dan membiarkannya lewat.  




Jumat, 24 Juni 2011

kita tetap perlu puisi

kita tetap perlu puisi
selamanya
selama masih ada hal yang ingin dirahasiakan
--dan dalam waktu yang sama
ingin dibagikan
secara cuma-cuma
seperti hujan yang diturunkan dari langit
bebas
lepas
merdu
syahdu
cantik.

^^