Senin, 16 Mei 2011

Mengapa "Rumah Matahari"?

mengapa blog ini pake nama "Rumah Matahari"?



jawabannya,


ya, karena saya suka.

cukup.
^^







"rumah matahari" buatanku..



Rabu, 11 Mei 2011

PERTOLONGAN

Menurut gw,
Pertolongan orang lain bikin lu terikat ma orang itu..
Iya kalo lu ditolong oleh orang yang lu inginkan..
Nah, kalo ditolong ma orang yang nggak lu inginkan?

Emm..
Kurang lebih kayak hubungan Snape ma Harry Potter itulah..
Nggak suka tapi terikat.
Berbeda tapi saling mengerti.
Membenci tapi nggak bisa pisah.
Nggak asoy, kan?

Truz,
Apa ada pertolongan murni tanpa rasa bersalah?

Jumat, 29 April 2011

Lalu..

Lalu perempuan itu pun terbangun
dari biusan penyihir jahat
dan ia mendapati dirinya
tengah menari di atas telaga
di bawah rembulan yang menyipit..

Kini, ia sedang berlari ke arah matahari
untuk menyembuhkan amnesianya..

Peturasan raja

Di sebuah kastil kerajaan entah berentah,
tinggallah raja bersama 6 orang putri,
2 orang punggawa,
dan 2 orang dayang.

Suatu ketika, peturasan raja selesai dibeautifikasi.
Peturasan tersebut dibuat dari batu2 kali terpilih bertahtakan berlian.
Para penghuni kastil sangat mengagumi peturasan itu.
Mereka pun menggunakan peturasan tersebut untuk membuang hajat,
apalagi karena peturasan mereka belum selesai dipercantik.

Singkat kata,
mereka berbondong2 menggunakan peturasan raja.

Melihat itu,
salah seorang dayang bernama Nyi Dedemitpelitmedit tidak suka.
Ia bersekutu dengan peri kegelapan berencana mengangkangi peturasan raja.
Atas nama raja, ia tidak memperbolehkan siapa pun menggunakan peturasan raja,
kecuali raja, dia, dan temannya.

Dengan bantuan peri kegelapan,
ia memanggil ahli sihir bernama Pak Kuncimengunci untuk membuat peturasan raja tidak dapat digunakan oleh penghuni kastil yang lain.

Ia berkata kepada punggawa,
"tiada ada yang boleh menggunakan peturasan raja karena ini adalah tempat pribadi raja.
Begitulah adanya titah raja yang disyiarkan kepada hamba.
Harap diperhatikan."

punggawa pun menyampaikan syiar tersebut kepada para putri.
Para putri yang biasanya cantikanggunrapinanrupawan itu marah mendengar syiar tersebut.
Pasalnya, mereka tentu tidak akan memakai peturasan raja jika peturasan mereka sudah selesai dibeautifikasi.
Mereka lantas berlomba menelurkan kata2 bernada amarah.

Terjadilah perang urat syaraf di antara para putri dengan Nyi Dedemitpelitmedit.

Terus begitu
hingga suatu hari peturasan raja benar2 dikunci.

Para putri dan punggawa kebingungan.
Akan buang hajat di mana mereka?

Namun, itu tidak lama
karena mereka mendapati peturasan mereka sudah selesai dipercantik.

Yang menarik adalah,
tepat ketika peturasan para putri dan punggawa selesai dibeautifikasi,
peturasan raja mengalami masalah pembuangan.
Alhasil, peturasan raja untuk sementara tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Dengan senyum penuh hikmah,
Para putri & punggawa berkata,
"oh, sungguh malang nian raja.
Namun, lebih malang Nyi Dedemitpelitmedit karena harus ketula secepat ini..
Oh.. Tentu kita tidak berharap dia sengsara karena harus menumpang di peturasan kita.."

mereka pun akhirnya bersepakat untuk mengizinkan Nyi Dedemitpelitmedit menggunakan peturasan di rumahnya yang ada di puncak gunung di seberang lautan jika ingin buang hajat.

(padahal warga di desa Nyi Dedemitpelitmedit masih menggunakan semak2 atau sungai untuk buang hajat)


Oh, sungguh malang nian
Nyi Dedemitpelitmedit..

Rabu, 13 April 2011

Kebiasaan!

Lagi bengong2 di angkot gini bikin sayah ingat cerita kawan dulu.
Doi pengguna bis ijo gede nomor 98 yang terkenal langka jurusan pulogadung-pasar rebo itu.
Doi dulu cerita tentang pengalamannya di 98.
Bukan karena berjubelnya, bukan..
Itu sih nggak usah ditanya..
Betapa para penumpang kayak pepes jatoh ketiban tangga.

Ehm, oke, itu berlebihan.
Ya, yang jelas doi bukan cerita tentang berjubelnya penumpang di bis itu.

Doi cerita,
waktu itu ada seorang ibu yang ditagih ongkos ma kenek.
Si ibu dengan pede tak bersalah ngasih seribu lima ratus ke si abang kenek
--padahal ongkos benernya dua ribu.
Si abang kenek protes, dong..
Abang kenek bilang, "Bu, dua ribu..
Kurang gopek ini.."

apa si ibu bilaang?

Desye bilang,
"nggak, ah.
Ntar kebiasaan."


*Laaaaaaaah..
Dikata itu kenek anaknya yang minta duit jajan apa yak?