Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

Asal mula cinta itu buta

sebelum baca banyak2, sekadar info aja, tulisan berikut saya copas (dengan perubahan dikit2) dari sebuah majalah yang namanya berbau Inggris "Go girl"..

kita sering denger istilah "cinta itu buta", kan?
begini awal mula kenapa cinta itu buta...

"Suatu hari, semua sifat sedang berkumpul. Mereka bosan dan bingung mau ngapain.
Kecerdasan mengusulkan untuk bermain petak umpet. semua menyukai ide itu dan Kegilaan-lah yang kebagian berhitung pertama kali.
set.
semua ngumpet.
selesai ngitung, Si Kegilaan langsung menemukan Kemalasan karena doi nggak mau mengeluarkan energi untuk sembunyi.
Keraguan ditemukan berikutnya karena ia masih ragu mau sembunyi di mana.
selanjutnya, Kelembutan pun ditemukan bersembunyi di balik bulan.
Kegilaan berhasil menemukan semuanya, kecuali Cinta.
Kecemburuan yang emang selalu iri itu memberitahukan bahwa si Cinta sembunyi di balik mawar.
Kegilaan mencari di antara semak mawar, tapi tak kunjung ditemukan.
saking putus asa mencari,
Kegilaan menusuk-nusukkan garpu taman ke sembarang arah demi menemukan Cinta.
selang beberapa lama,
terdengar suara tangis yang ternyata milik Cinta.
ia keluar dari persembunyian sambil menutupi matanya dengan tangan.
darah segar yang berasal dari matanya mengalir di jari-jari Cinta.
Kegilaan pun menyesal.
"Aku membuatmu buta, Cinta. apa yang harus kuperbuat untuk memperbaikinya?"
masih dengan menangis, Cinta menjawab, "Kamu tak bisa memperbaikinya. tapi kalau mau, kamu bisa jadi penuntunku."

sejak saat itu, di mana ada Cinta, di situ ada Kegilaan.."

hehehehehe...
kirain apa.
^^

Negeri Mati

Alkisah tersebutlah sebuah negeri undur-undur yang makmur, subur, dan teratur.
Negeri tersebut dipimpin oleh raja undur-undur yang bernama Raja Nantinanti.
Ia sering bilang, "nanti, nanti.."

di negeri tersebut juga hidup undur-undur bernama Bentarbentar.
Ia merupakan salah seorang prajurit dari kasta terendah di negeri tersebut.
Raja tidak menyukai Bentarbentar karena tiap kali disuruh pergi perang atau diperintah apa pun,
ia selalu bilang,
"Sebentar, Baginda, sebentar.."

dengan kinerja seperti itu,
raja lama kelamaan menjadi geram
sehingga tiap Bentarbentar menuntut upahnya,
raja selalu bilang,
"Nanti dulu, duhai prajuritku yang gagah berani.."

besoknya, Bentarbentar datang lagi meminta upahnya dan dijawab "nanti, nanti"..
terus begitu sampai bulan berikutnya..
Dan bulan selanjutnya..

Syahdan,
negeri itu lalu mati karena sudah tidak ada lagi kegiatan di sana.
Hal tersebut karena prajurit yang diperintah selalu menunda-nunda pekerjaan sebab upahnya juga ditunda-tunda
dan di sisi lain raja tidak kunjung memberi upah karena tiap perintahnya selalu dijawab "sebentar, sebentar.."


tamat.

http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/173668_100001999213926_7833747_n.jpg

Kura-kura dan Siput

Suatu hari yang cerah di hutan, raja hutan akan mengadakan rapat.
Seluruh hewan berbondong2 menghadiri rapat itu.
Begitu juga kura2 dan siput.
Keduanya berusaha keras agar cepat sampai di TKP karena raja hutan tidak suka ada yang terlambat.

Ketika hewan lain sudah berada di TKP, kura2 dan siput masih di jalan.
Dengan terengah2 siput berkata, "aku pasrah, deh, tuan kura2.. Pasti telat ini.."

"jangan begitu, kita harus tetap berusaha.."

"aku lelah. Tenaga terforsir hingga tingkat maksimal.."

"kalau begitu, naiklah ke punggungku.."

"oh, terima kasih."

begitulah.
Siput pun naik ke punggung kura2.

Sesampainya di TKP, siput langsung bercerita kepada hewan lain tentang kejadian itu.

Dia bercerita dengan mata berbinar2,
"tuan kura2 hebat, lho..
Dia ke sini tadi ngebut banget..
Aku yang berada di punggungnya sampai ngeri..
Kecepatannya sangat luar biasa..
Menakjubkan."

*hewan lain melongo

http://satukura.files.wordpress.com/2011/03/image001.jpg?w=450

Rabu, 08 Februari 2012

Ini dongeng..



Adik-adik yang baik,
dongeng ini belum selesai.
Bisakah kamu menyelesaikannya?

Pada zaman dahulu, di sebuah negeri selapis di bawah kulit awan, hiduplah Pangeran Senada. Pangeran Senada merupakan putra dari Raja Gundala, Raja Negeri Hujan Bunga-bunga. Meskipun memiliki rupa yang tampan, entah mengapa Pangeran Senada belum memiliki pasangan jiwa.

Pangeran Senada terkenal sebagai orang yang murung. Oleh sebab itu, Raja Gundala berusaha menepis kemurungan dari wajah Pangeran Senada. Ia memikirkan berbagai cara untuk membuat putranya tersenyum dan menemukan pasangan hidupnya.

Suatu hari, saat matahari merekah dengan terik, raja memanggil seluruh hulubalangnya untuk meminta nasihat perihal keadaan putranya. Salah seorang hulubalang yang bernama Cendawan memberikan ide yang sangat menarik.

"Baginda yang mulia, Raja Negeri Hujan Bunga-bunga, hamba mengusulkan kepada Baginda untuk mengadakan sayembara saja," kata Cendawan.

"Maksudmu bagaimana, hai hulubalang?" tanya Raja Gundala.

"Begini, Baginda. Kita adakan sayembara. Jika pemenang sayembara itu laki-laki, jadikanlah ia saudara Pangeran Senada. Namun, jika perempuan, jadikanlah ia istri Pangeran Senada. Bagaimana, Baginda?"

"Ah, ide yang bagus, Hulubalangku. Lalu, sayembara apakah yang hendak kita adakan ini?"

... .
... .
(lanjutkan)


Jumat, 29 April 2011

Peturasan raja

Di sebuah kastil kerajaan entah berentah,
tinggallah raja bersama 6 orang putri,
2 orang punggawa,
dan 2 orang dayang.

Suatu ketika, peturasan raja selesai dibeautifikasi.
Peturasan tersebut dibuat dari batu2 kali terpilih bertahtakan berlian.
Para penghuni kastil sangat mengagumi peturasan itu.
Mereka pun menggunakan peturasan tersebut untuk membuang hajat,
apalagi karena peturasan mereka belum selesai dipercantik.

Singkat kata,
mereka berbondong2 menggunakan peturasan raja.

Melihat itu,
salah seorang dayang bernama Nyi Dedemitpelitmedit tidak suka.
Ia bersekutu dengan peri kegelapan berencana mengangkangi peturasan raja.
Atas nama raja, ia tidak memperbolehkan siapa pun menggunakan peturasan raja,
kecuali raja, dia, dan temannya.

Dengan bantuan peri kegelapan,
ia memanggil ahli sihir bernama Pak Kuncimengunci untuk membuat peturasan raja tidak dapat digunakan oleh penghuni kastil yang lain.

Ia berkata kepada punggawa,
"tiada ada yang boleh menggunakan peturasan raja karena ini adalah tempat pribadi raja.
Begitulah adanya titah raja yang disyiarkan kepada hamba.
Harap diperhatikan."

punggawa pun menyampaikan syiar tersebut kepada para putri.
Para putri yang biasanya cantikanggunrapinanrupawan itu marah mendengar syiar tersebut.
Pasalnya, mereka tentu tidak akan memakai peturasan raja jika peturasan mereka sudah selesai dibeautifikasi.
Mereka lantas berlomba menelurkan kata2 bernada amarah.

Terjadilah perang urat syaraf di antara para putri dengan Nyi Dedemitpelitmedit.

Terus begitu
hingga suatu hari peturasan raja benar2 dikunci.

Para putri dan punggawa kebingungan.
Akan buang hajat di mana mereka?

Namun, itu tidak lama
karena mereka mendapati peturasan mereka sudah selesai dipercantik.

Yang menarik adalah,
tepat ketika peturasan para putri dan punggawa selesai dibeautifikasi,
peturasan raja mengalami masalah pembuangan.
Alhasil, peturasan raja untuk sementara tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Dengan senyum penuh hikmah,
Para putri & punggawa berkata,
"oh, sungguh malang nian raja.
Namun, lebih malang Nyi Dedemitpelitmedit karena harus ketula secepat ini..
Oh.. Tentu kita tidak berharap dia sengsara karena harus menumpang di peturasan kita.."

mereka pun akhirnya bersepakat untuk mengizinkan Nyi Dedemitpelitmedit menggunakan peturasan di rumahnya yang ada di puncak gunung di seberang lautan jika ingin buang hajat.

(padahal warga di desa Nyi Dedemitpelitmedit masih menggunakan semak2 atau sungai untuk buang hajat)


Oh, sungguh malang nian
Nyi Dedemitpelitmedit..