Sabtu, 15 Desember 2012

bertengkar dengan kemalasan

Tiap pagi ia bertengkar
bertengkar dengan kemalasan
kemalasan berangkat kerja.

Entahlah,
apa menjadi dewasa menjadikan orang-
orang sering bertengkar dengan apa saja?

Ya, ia selalu bertengkar dengan malas.
Ya, ia tahu ketika sudah di tempat kerja,
sudah bertemu teman-temannya,
mereka akan menikmati hari
dengan sebungkus gosip sebagai cemilannya.

Jadi, ia lupa tentang pertengkarannya tadi pagi.
Namun, ia kembali ingat pada esok pagi.

(14 Desember 2012)

Selasa, 11 Desember 2012

Roman Picisan

Pasti pernah denger "roman picisan", ya? Nah, yang saya tahu tentang itu begini.. 

Roman dibedakan dengan novel. Roman itu menceritakan tokoh hingga ia mati.

Dulu, Indonesia mengenal satuan mata uang "picis". Kalau dibanding sekarang, setara dengan, emm.. Pokoknya murahlah.

Dulu, 1 rupiah aja udah mahal, lho.. *katanya*

Nah, itu roman yang harganya satu picis (baca: murah, kadang dimaknai: murahan).

Sampul biasanya dibuat mencolok agar orang-orang tertarik. Ia pun mudah dimengerti, tanpa mengerutkan dahi.

Pada masa sekarang, kita bisa melihat itu sebagai bagian dari sastra populer.

Kamis, 06 Desember 2012

aku hafal

kurasa,
dengan mencintai
kita bisa hafal
tanpa harus menghafal

hafalan menjadi pelajaran termudah,
tanpa rumus,
tanpa buku,
tanpa kata.

jika kautanya,
aku akan tahu mana suaranya
aku hafal

aku akan tahu mana jejak langkahnya
aku hafal

aku akan tahu mana aromanya
aku hafal

aku akan tahu seperti apa gesture-nya
aku hafal

aku akan tahu seperti apa mimiknya
aku hafal

jika hafalan itu tentang kamu,
aku hafal,
sangat.

(5 Desember 2012)

aku pernah

aku pernah mengabadikanmu dalam puisi
itu ketika aku mencintaimu

aku pernah menyanyikanmu sebuah elegi
itu ketika aku mencintaimu

aku pernah berdarah-darah; langkah terseret penuh amarah
itu ketika aku mencintaimu

aku pernah serasa di ruang hampa udara
itu ketika aku mencintaimu

aku pernah merasakan energi yang membuncah
itu ketika aku mencintaimu

aku pernah menjelma orang gila
itu ketika aku mencintaimu

aku pernah menjelma alien
itu ketika aku mencintaimu

aku pernah
aku pernah
aku pernah mencintaimu.

(5 Desember 2012)

Selasa, 04 Desember 2012

Demi satu senyum

demi satu senyum
laki-laki itu sibuk berdeham-deham

demi satu senyum
laki-laki itu sibuk bersiul dan berkicau

demi satu senyum
laki-laki itu rela menjadi gila

demi satu senyum

ah, senyum itu tidak mahal
tetapi bukan berarti murahan
dan kurasa,
senyum akan bisa memilih sendiri
akan kepada siapa ia terlempar.
begitulah.

(4 Desember 2012)