Sabtu, 03 November 2012

Pernah nggak kepikiran jadi seseorang di luar diri kita sehari-hari?

Pernah nggak kepikiran jadi seseorang di luar diri kita sehari-hari?

Kayaknya seru jadi penjual bunga ala telenovela.. Pake dres yang bawahnya megar (keliatan kayak pake krinolon atau apa) dan pake topi anyaman lebar..

Seru juga jadi penulis kartu ucapan.. Atau menaburkan kata-kata di pembatas buku..

Bisa juga, kubagikan tisu untuk pengunjung restoran dan meminta mereka menuliskan harapan mereka. Selanjutnya, tisu-tisu kumasukkan kotak.

Ah, twitku ada yang hilang. Mungkin sekadar masalah teknis twitter, mungkin juga itu tidak perlu tersampaikan.

Menarik juga kalau ada perayaan layang-layang. Layangan kita buat sendiri. Ada cita-cita kita di situ; kita berusaha menerbangkannya.

Apa yang kamu mau jika menjadi seseorang di luar kamu yang sehari-hari sekarang ini?

ah, ini pagi

Ah, ini pagi.

Selamat pagi, Pagi.
Kubuatkan kopi untuk suami.
Kubuatkan susu untuk para pangeran dan putri.

Kami hari ini akan berekreasi.
Barangkali ke Monas atau Taman Mini.
Ke mana pun itu, toh, kami selalu menanti.

1 Oktober 2012

#NegaraApiMenyerang

#NegaraApiMenyerang

Ini sebenarnya twit (agak) lama. Sayang dibuang, jadi kuabadikan di sini.. :)

1.    Em, yang seneng #NegaraApiMenyerang siapa, yak? Tukang sate, bukan? Iya, kan ya? Eh, iya, bukan, sih?

2.   Galau tanpa alasan? Itu juga tanda #NegaraApiMenyerang.

3.   Jika #NegaraApiMenyerang, ademkan dengan adem sari. Crrrssss… . *apabangeettt*

4.   Sebelumnya, kaki saya sering kesemutan. Namun, sejak #NegaraApiMenyerang, kesemutannya tiada lagi. *eh?* *kayaknya salah tagar*

5.   Oh, iya, jemuran belom diangkatin. Takutnya bentar lagi #NegaraApiMenyerang.

6.   Kalau ingin menangis, menangislah. Sebelum #NegaraApiMenyerang.

7.   Yang pengen ngelahirin, cepet-cepet, deh! Sebelum #NegaraApiMenyerang.

8.   Gimana, nih? Kentut, nggak? Takutnya disangka tanda untuk negara angin kalo #NegaraApiMenyerang.

Kamis, 01 November 2012

Perempuan itu biasa saja



          Perempuan itu biasa saja. Tipe orang yang akan kaulupa bila bertatap muka di jalan. Bajunya pink berenda. Wajahnya berubah-ubah, antara senang, sedih, haru, hampa, entahlah. Jika kita pandang lebih dekat lagi, akan tampak jelas ia sedang memegang sesuatu. Sesuatu semacam daging berwarna merah beladus (agak hitam). Bentuknya bocel-bocel.
          “Ini hatiku,” begitu jawabnya saat kutanya apa yang sedang ia pegang.

- Rawamangun, 23 Juli 2012 -

#KelasWOW

Keingetan salah satu kelas yang luar biasa. Kelas 12 IPS, 2 tahun lalu. Pusat sumber masalahnya si lampu taman pentul korek

Kurang luar biasa apa, segala toilet duduk bau pesing digotong rame-rame terus ditaro di depan kelas.

Nama pengajar--siapa pun--di papan tulis diganti dengan "Bu Guru".. -_-

Sebagaimana lazimnya anak IPS, ajaibb kalau mereka tepat waktu dan bawa buku.

Ada yang isi tasnya bukan cuma buku (kalau bawa), tapi juga Jack Daniels. Berasa bawa Aqua dia..

Tiap hari les, papan tulisnya ditulisin "undangan ultah Anggi", lengkap dengan waktu dan tempat.

Yang nulis undangannya ya si itu.. Jadilah tiap Minggu "Anggi ultah" tapi ultah Anggi yang sebenarnya nggak ada yang tahu.

Selain undangan, papan tulisnya juga digambarin doraemon yang di bawahnya ditulisin "Rianti".

Samping gambar doraemon, ada gambar orang kayak yang di weight gain. Tulisannya "ka Ika" :/

Kadang mereka bawa-bawa PS atau kartu.

Meski begitu, bukan berarti mereka tidak pandai. Mereka bisa ketika mereka serius.

Sekian kelas 12 IPS itu.