Kamis, 14 Juni 2012

MPA

Salah satu hal yang gw inget dari MPA (Masa Pengenalan Akademik) alias ospek adalah ketika gw kenalan ma orang.
Gini ceritanya.

Kita mulai dengan peraturan untuk anak baru:
"nggak boleh dianter ke kampus".
Kalo ketauaan..
Beuuh..
Sasaran empuk ituh..
Padahal, gw harus dianter biar telatnya masih ketolong.
Hehe..

Gw memutar otak dengan jenius
(yah, gw rasa itu ide paling jenius yang gw punya untuk saat itu),
gw turun di perempatan Mega, Jalan Pemuda Rawamangun,
yang jaraknya ke kampus kira-kira 5 menit naek motor
tapi kalo jalan kaki ada kali 1000 langkah..
(nggak termasuk jalan dari depan kampus ke jurusan, lho, yaa..)

takut banget telat
(tar disuruh makan cacing dicabein apa gitu kali),
gw lari2 menuju kampus.

Ketika lari,
ternyata ada yang larinya seirama ma gw..
Gw liat ke arahnya..
Dia liat ke arah gw..
Inget sopan santun,
gw senyumin.
Truz dia juga senyum
(inget sopan santun juga kali..)

lari kami masih senada.
Nggak enak dong kalo sama2 diem..
Gw: "hufh, hufh, hufh, baru juga?"
dia: "iya. Ngosh, ngosh.."
gw: "ffh.. Na-ma lo siapa?"
dia: "blepbebebb.. (suaranya kena angin).."
gw: "ooh.. (berasa denger)."
dia: "lo siapa?"
gw: "gw ikaa.."

sekalinya gw ngurangin lari,
dia juga sama.
Ah, betapa tidak serunya itu, ya?

Gw: "lu juru-san apa?"
dia: "blepebebebb.. (angin bener2 nggak ngasih gw kesempatan denger, ya?) kalo lu?"
gw: "bahasa-indo-ne-sia.. Hff.. Hff.."
dia: "ooh.."

ngerasa nggak ada basa basi lagi,
gw: "duluan, ya.."
dia: "ya.."
gw lari rada cepetan
(jadi inget kalo lomba 17-an, gw paling hoki di lomba yang ada larinya karena badan gw enteng tapi paling mati kutu kalo udah lomba masukin benang ke botol eh ke jarum eh maksud gw bukan mau cerita 17-an..)

ya pokoknya gw udah pamit ma itu orang..
Tapi nggak lama kemudian..
Wuussh..
Dia mendahului gw selayaknya Rossi melewati Pedrosa
(eh, Rossi ma Pedrosa satu kelas nggak, sih?)..

Ya pokoknya dia ngelewatin gw dan belok ke arah jurusannya
(kayaknya. mo belok ke mana lagi?)..

Gw pun terpana.
Kenapa jadi DIA yang duluaaan?
Kan GUE yang pamitaan?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGN3P1uO8Wd26fhY7l9G9xWCqa4bTXM5J61wVwm_n-iCLzvGWyN8A1hJbOuMS3xrhXORI5D2JaqQpXKLq0V4kLJYFyGV0-Mnaxz-cHvM3XBcfiMwFXgmvjfSzROClmIlbSZhKfJ_-NCGo/s320/olahraga+lari+kartun.png

Bedewe,
intinya sih,
dari perkenalan saat itu,
sampe sekarang,
gw nggak tau dia siapa dan jurusan apa..
Hehehe..

87

Awalnya iseng buka2 catetan lama.
Tahun 2004.
Waktu itu, gw & beberapa teman ngobrol tentang mencintai & dicintai.
Intinya:
"kalo ada 2 orang: yang sukai & menyukai kita,
maka pilih yang menyukai kita.
Soalnya, udah terjamin perasaannya.
Coba kalo kita bareng orang yang kita sukai (doi belum tentu menyukai kita),
jadi makan ati."

hmm..
Aroma "mencintai & dicintai" ini menarik.
Sampai sekarang.
Kenapa ya seolah kita disuruh pilih antara mencintai & dicintai?
Seakan lu cuma punya 1 pilihan.
Padahal, gimana pun juga, pasti ada cara,
keduanya berjalan
(cuma emang gw nggak bicara porsi di sini).

Gw percaya,
orang yang mencintai pihak lain (apalagi dengan seluruh dirinya)
pasti akan dicintai.
Begitu sebaliknya.
Orang yang dicintai
akan mencintai
(lagi2, gw nggak bicara porsi
dan waktu
di sini).

Jujur itu..

Udah lama nggak ketemu~
"Hai, ke mana aja?"
"Ada.."
"Udah punya pacar baru ya sekarang?"
"Nggak.."
"Ah, nggak percaya.. Ini pasti udah punya pacar baru.."
"Nggak ko.."
"Udah deeh.. Ngaku aja.. Udah punya pacar baru kan?"
"Iya."

Hwaaaaa..
Tuh, kaan..
Dia udah punya pacar baru..
DIE.

Begitulah manusia:
kerap menuntut kejujuran tapi giliran jujur, kabur..
Pernah?

: Fragmen

Dia menekuni pasir pantai seraya menghitungnya satu per satu. Tersemburat wajah penuh belas kasih pada wajahnya: hal yang lazim kita temukan pada orang yang sedang membongkar celengan dan menghitung isinya.
Bahagia.

Ia sedang tidak di sana. Entah ke mana, antariksa atau apa. Setelah 1 jam akhirnya ia kembali dari antariksanya.

"Hei, sejak kapan?" katanya dengan wajah penuh kemenangan--kuduga ia berhasil menangkap Lyra atau Canopus atau semacamnya dan dengan sembunyi-sembunyi ia simpan dalam saku lalu bersikap aku tak tahu.

"Umm.. Sejaak.. kamu begini...," kutirukan gaya menekan-nekan hidung layaknya tombol yang sering ia lakukan ketika berpikir, "terus begini... Begini... Begini...," sambil kutirukan semua gerakannya tadi.

"Hahahaha.. Masak sih aku begitu?"

Pffft.. Ternyata betul tadi ia tidak di sana.

"Eh, kamu tahu," katanya tiba-tiba, "Mengapa laut di depan kita ini berwarna biru?"

Aku memasang tampang berpikir keras lalu menjawab, "Tidak tahu." Dia pasti bukan mau mengajakku belajar IPA.

"Laut itu berwarna biru biar matching."

"Matching?"

"Iya. Sama baju kita.."

Aha. Benar kan? Dia tidak berniat belajar IPA. Mataku tanpa dikomando langsung menuju baju birunya dan baju biruku lalu laut lalu pengunjung yang lain.

"Em... Lalu bagaimana dengan mereka yang memakai baju selain biru?"

"Kita istimewa. Sampai-sampai laut mau memadankan dirinya dengan kita, tahu.. Hahahaha... ."

Tawa jahilnya tampak melebar. Pandangannya menembus lazuardi senja itu. Aku masih merasa ia tidak sepenuhnya di sini.

Gembira.
Sangat gembira.
Tapi tidak di sini, di pantai ini.



Doa Manual

Waktu ke musolla,
saya tertawa melihat teman saya
--yang saya kira udah salat--
lagi sms-an.

Yah, kadang2 omongan emang lebih cepat dari pikiran,
saya otomatis berujar,
"heh, mb itaw, orang tuh, ya, kalo doa abis salat itu manual. Tangannya diangkat ke atas. Gini, nih! (memperagakan cara menadahkan tangan) doa yang bener. Jangan pake sms.."

dia bengong sedetik
lantas ngikik,
berusaha banget nahan ketawa.

Sebodo amat, saya lanjutin gerundeng,
"doa kok lewat hape.. Manual, manual.."
dia makin geli.

"kenapa, sih?" lama2 terganggu juga sayanya.
Suara saya tetap sama, tidak saya turunkan nadanya padahal dia udah berulang2 nempelin telunjuk ke bibir.
Saya pikir, ngapain juga bisik2?
Ganggu siapa?
Emang di rumah sakit?
Ya, kan?

Eh tapi mb itaw masih berusaha keras nggak ngakak sambil nunjuk2 ke belakang saya.

Penasaran, saya balik badan.
Voila!
Ada seorang bapak2..
Lagi berdoa..
Serius banget..
Sambil menadahkan tangan!

Laaah, mana kite tau lagi ada yang doa manual beneran?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgXMpeequhiFrVCH5xoeRu-ZelalZxVCyR_ae3uVrrd8dsBL4EZBtj1h7iWz-J3ws8ceHiuM1C0Nrg97ZJ7F-KBQfgQJQRPeYgjl8sp-YkLrbVwyjnJ88311_eIxd3yAhVev3BJfYzj4Bv/s748/kartun2vd.gif