Minggu
(1/9) yang lalu aku mengadakan kunjungan kenegaraan ke rumah seorang kawan di
daerah Pondok Kopi. Kami—oke, aku, sih, sebenarnya—berencana membicarakan
hubungan bilateral dengannya. Masalah sosial hingga pertahanan akan kami
bicarakan di sana.
Iye, iye, tahu, deh, gue lebay.
Inti
cerita ini, sih, sebenarnya cuma mau ngebahas penemuanku di jalanan menuju
rumah temanku itu. Apa yang aku temukan?
Bukan,
bukan, aku bukan penemu cikal bakal telepon. Itu mah Alexander Graham Bell,
bukan aku.
Apa?
Penemu listrik? Bukan aku jugaaa… . Itu si Thomas Alva Edison (yang tidak
bereinkarnasi jadi kereta!).
Aku
menemukan sampah.
Wuitz.
Bukan sampah sembarang sampah, melainkan beberapa bra dan tas wanita.
Iya,
kamu nggak salah baca. Bra-dan-tas wanita! Di pinggir jalan sisi samping Kantor
Walikota Jakarta Timur.
Nggak
ngerti, deh, ada berapa itu bra dan tas. Lumayan banyak kupikir. Beberapa masih
bagus, ada juga yang koyak.
Aku
lantas penasaran. Kenapa? Siapa? Kapan?
Ini
dugaanku:
Suatu malam sebuah mobil SUV berwarna hitam
berhenti mendadak di jalan itu. Di dalamnya dua sejoli sedang bertengkar.
“Sayang, belikan aku tas dan bra baru!”
seru si Perempuan.
“Tapi, Sayang.. yang lama aja kamu
nggak habis pakai… .”
“Aku bosan!”
“Em, tapi aku nggak kok… .”
“Aku serius!”
… .
“Aku nggak mau tahu! Kamu harus beliin
aku yang baru!”
“Tapi, kan~”
Tanpa menunggu si Lelaki menyelesaikan
kalimatnya, si Perempuan mengeluarkan sesuatu dari tas… .
Eh, jangan gitu, ding. Ulang.
Suatu malam sebuah mobil SUV melintas pelan
di jalan itu. Seorang lelaki yang dari wajahnya tampak bergulat batin
menghentikan kendaraannya. Ia menoleh ke tempat duduk di sebelahnya. Plastik berwarna
putih tergeletak di sana.
“Aku harus melupakan segala kenangan
tentang dia. Aku harus berjalan maju. Masa duniaku berhenti cuma gara-gara dia?”
demikian ia bermonolog.
Berikutnya, ia ambil plastik putih
tersebut, membuka kaca mobil, lalu melemparkan plastik itu ke trotoar yang
dasarnya sudah banyak sampah. Isi plastik berhamburan: berbagai bra warna-warni
dan tas wanita bermacam merek.
Si Lelaki menginjak pedal gas kemudian
berlalu.
(4 September 2013)
