Minggu, 06 Oktober 2013

cinta dan rindu dalam kata

cinta dan rindu meronta
merasa terkungkung dalam kata
merasa mereka cuma
padahal bisa jadi segala

cinta dan rindu di dalam kata
apa kamu bisa percaya?
apa sebaiknya kita percaya?

apa itu sebaiknya?

(2 Oktober 2013)


Jumat, 04 Oktober 2013

barangkali

Barangkali kamu tak mengerti
Barangkali kamu tak memahami
Barangkali kamu tak mengetahui

Tenang saja
aku tak memaksamu mengerti,
aku tak memaksamu memahami,
aku tak memaksamu mengetahui
tentang hati yang telah jatuh
kepadamu.

(25 Juli 2013)

Kamis, 03 Oktober 2013

Ismaya

          DOK-DOK-DOK!
          Mereka tidak sabar. “BUKA! BUKA PINTUNYA!”
          Aku menatap wajah mereka. Para serigala lapar yang pemarah.
          “BUKA!”
          “Telanjang dia! Makanya nggak berani keluar mobilnya!” seru serigala hitam yang berdiri dekat spion. Ia tersenyum miring. Barangkali di otaknya ada sebuah adegan lucu hingga membuatnya tersenyum begitu.
          “Tanggung jawab lu! Itu tukang bubur lu tabrak gitu aja. Baru keluar pula dia! Tanggung jawab!” teriak yang berpeci—entah seberapa serigala dia.
          Aku Ismaya. Cantik. Suka telanjang tidak hanya di depan kaca, tetapi di mana saja. Semakin dinikmati banyak mata, semakin bagus. Terlalu sayang jika tubuhku hanya untuk satu lelaki. Aku suka dipuja.
          Perlahan, kubuka pintu mobilku. Aku berdiri di atas stiletto merahku lalu berdiri di samping mobil dengan satu tangan berkacak pinggang. Ah, ini salah. Kuturunkan tanganku. Aku mesti terlihat takut agar para serigala itu makin beringas dan kehilangan kendali atas diri mereka dan si kecil di balik celana mereka menghunus liar. Ya, ya, begitu. Kuteduhkan mataku. Aku berpikir aku takut.
          “Kenapa lu? Ketakutan, ha?”
          “Bawa ke kantor polisi!”
          “Gila lu, ya? Telanjang di mana-mana!”
          “Nabrak orang lagi!”
          “Mabok lu, ya?”
          Ah, ya, blablabla. Kayak aku peduli saja. Bawa aku ke polisi. Bawa aku ke menteri, ke presiden, ke mana saja. Kau akan tahu, mereka tak bisa menang kala melihat gumpalan daging di dadaku atau segitiga tumpul di antara dua pahaku atau bahkan ada yang sudah jatuh saat mataku berkedip pelan.
          Aku Ismaya. Cantik. Suka dipuja.


Rabu, 02 Oktober 2013

Mari Bahagia!

Kebahagiaanku jauh lebih rutin daripada ketidakbahagiaanku. (Aprie Janti)

dibuatkan bekal makan siang oleh orang tua
aku bahagia

ditemani adik ke mana-mana
aku bahagia

bertemu dan bertukar cerita dengan kawan
aku bahagia

melamun hingga ketiduran di angkot
aku bahagia

membuat postingan blog
aku bahagia

menonton pertunjukan
aku bahagia

          patah hati, aku tidak bahagia,
          tetapi… .

aku tidak patah hati tiap hari atau sering
seperti bekal makan siang
seperti ditemani ke mana-mana
seperti bertukar cerita
seperti melamun di angkot
seperti menulis di blog
seperti menonton pertunjukan.

aku punya alasan untuk tidak bahagia,
tetapi aku memiliki alasan lebih banyak untuk bahagia.

Jadi,
mari bahagia! *\(^^)/*

 (29 September 2013)


Tulisan ini dikembangkan (sedikit) dari kicauan Aprie:

Selasa, 01 Oktober 2013

Distraksi

suara gong
lalu orang berwajah kamu

suara musik
lalu orang berwajah kamu

berlangsung wawancara
lalu orang berwajah kamu

si penanya
lalu orang berwajah kamu

si penjawab
lalu orang berwajah kamu

gambar bunga-bunga
lalu orang berwajah kamu

penampil pertama
lalu orang berwajah kamu

penampil kedua
lalu orang berwajah kamu

penampil ketiga
lalu orang berwajah kamu

penampil keempat
lalu orang berwajah kamu

lalu kamu
lalu mati lampu.

(Salihara, 28 September 2013)