Sabtu, 06 April 2013

Aku Tak Ingin Konsentrasi


Aku kesulitan konsentrasi
Ia pecah ke mana-mana

Aku tak ingin konsentrasi
Karena itu berarti wajahmu membayang
: sebuah ekspresi terpampang
Kupotret dalam penglihatan tadi siang

Apa yang Kauminta dalam Doamu?

Kamu tengadah
kamu mengawang
melintas ini-itu

mulutmu terbuka akan mengucap
tetapi lalu kaukatupkan lagi
kamu malu
mau minta apa
menghadap-Nya saja jarang
mau menuntut hak bagaimana
menuntaskan kewajiban saja belum

Jumat, 05 April 2013

Apa Kau Suka Iwan Fals?

          Alunan Gali Gongli merambati telingaku. Kurasa juga sampai di telinganya karena ia bertanya, “Kausuka Iwan Fals?”
          Aku mendongak lalu tersenyum, “Ya. Begitulah.”
          “Kenapa kau menyukainya? Kausuka kritik sosial yang dilontarkannya, ya?”
          “Bukan,” sahutku. “Itu kan kau yang lagi menilai dirimu sendiri.”
          “Maksudmu?”
          “Ya… kauanggap tiap orang yang menyukai Iwan Fals suka karena kritik sosial yang diontarkannya atau lagu cintanya yang nggak menye-menye, sepertimu.”
          “Ah,” ia tersenyum kecil, “Kalau begitu, kenapa kausuka Iwan Fals?”
          “Aku?” Aku mengulum senyum sebelum melanjutkan, “Aku suka Iwan Fals karena kau menyukainya.”

Kamis, 04 April 2013

Cerita Mati Mengenaskan


Sebuah cerita mati mengenaskan
di depanku.
Darahnya muncrat ke mana-mana.

Di sana, di sudut itu,
Sang Juru Cerita memegang
pisau dengan buliran merah yang menetes-netes

Cerita itu mati.
Baru saja.

Selasa, 02 April 2013

aku sedang tidak terburu-buru


aku sedang tidak terburu-buru
kamu masih sempat menelan rokokmu
—kalau mau
kalau tidak,
ya, buang saja rokok itu
ke tempat sampah
lalu mari kita bicara